Pages

Kamis, 16 Februari 2017

Terimakasih Bijaksana

Saya nulis ini jam 10.40 pm, dikamar, dimalam jumat yang syahdu. kenapa? karena hujan turun almost all day walau ga separah kemarin.
Dear you,
Terimakasih, sudah pernah mengajak saya menikah, terimakasih sudah bersusah payah memahami saya, terima kasih untuk menjadi laki-laki super sabar menunggu saya, terima kasih untuk tidak membenci saya. Maaf atas ke-naif-an saya. Saya benar benar tidak bermaksud mempermainkah hati kamu. Saya sayang kamu, hanya saja saya ga bisa nikahin kamu. Saya benar benar minta maaf, saya fikir perbedaan ga akan menghalangi kita, tapi saya salah.

Oh iya, jangan kira saya tidak memperjuangkan kamu. Saya berdebat, hanya saja tidak menang. Ridho Allah tergantung ridho orang tua, iya kan?!. Itulah yang saya pegang. Tapi saya beneran perjuangin kamu loh sampai hampir berantem. Saya cuma ga ngotot. Bayangkan, saya hidup bersama mereka selama 28 tahun, saya dapat cinta tulus, fasilitas, kasih sayang, pendidikan dan uang dari mereka, apa iya saya harus melawan mereka. Mereka ga benci kamu, mereka hanya belum mempercayakan kamu sebagai wali sah saya di masa depan.

Selama dekat denganmu banyak hal baik saya rasakan dihidup saya, dan akan tetap saya jalankan. Sholat diawal waktu, sholat malam, belajar ngaji, hidup dengan baik,kurang kurangin ngeluh, lebih sabar dan bangun lebih pagi.

Saya pernah menghayalkan akan seperti apa hidup saya bersama kamu, dicintai dengan baik oleh kamu, disayangi denagn tulus oleh kamu, ngobrol sepanjang malam dengan kamu. Hidup dengan kamu, tumbuh dan berkembang dengan kamu, menua bersama kamu, berantem dengan kamu, menangis karena kamu, sedih dan tertawa bersama kamu.

Saya tau kamu sayang ke saya dengan niat baik dan tulus. Itulah yang saya sayangkan, saya bener benar takut melewatkan oang yang benar benar tulus menyayangi saya dan tahan sama sifat absurd saya. Tapi ya mau gimana.

Semoga dimasa yang akan datang kita menemukan pasangan kita masing masing yang tulus sayang sama kita yang dirhidoi orang tua dan Allah dan yang tulus juga kita sayangi. Aamiin. Terima Kasih Bijaksana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan dikomentari: